Daftar Blog Saya

Senin, 27 April 2009

Cinta Diantara Persahabatan Part 6

Matahari pagi ini barsinar begitu mencolok, ibarat telur ceplok yang biasa dibuat untuk sarapan. kulihat indahnya ciptaan tuhan itu dari balik jendela. senang rasanya kalau bisa selalu melihat matahari terbit serasa tak ada satupun masalah yang Aku alami. Aku membuka tabir jendela ebar-lebar agar bisa melihat mentari pagi dengan leluasa lagi. walaupun tubuh masih sempoyongan setalah tidur semalaman. sedikit ku lirik jam dinding menunjukkan Pukul 07:25 WIB. segarnya udara pagi hari. karena hari ini Aku juga tak ada janji lebih baik Aku dirumah saja sambil bercanda dengan Anggara Adikku dan Radita keponakanku. kalau pergi jauh saja yang kurindukan adalah keponakanku Radita. selain  ngegemesin Radita anak yang cepat menangkap apapun yang dilakukan. ya sebagai Kakak Aku harus mencontohkan yang baik-baik. jika Aku menyanyi pasti dia langsung mencopynya. pokoknya lagu Waki Band yang Aku nyanyikan bisa dia tirukan. lagu Dik, Emang Dasar, Aku Sakit bisa dia nyanyikan walaupun dengan ucapan yang belum benar. Aku salut dengan dia padahal umurnya baru 4 tahun. kalau Adikku Anggara sering ngeselin. umurnya 12 tahun. walaupun umur kami berbeda 8 tahun tapi Kami berdua sering banget berantem. tapi gag serius sich cuma buat becandaan doank.Lagi asik buat rencana untuk pagi ini tiba-tiba.
" tok tok tok... Rei...  " terdengar suara pintu yang di ketuk beberapa kali dan diselingi suara ibuku memanggilku.
" ya bu.... Ada apa...?" sahutku dari dalam. dan langsung membuka pintu kamar.
" hari ini Ibu mau ke rumah Bapak Junaidi, kamu ikut ya." ajak Ibu kepadaku.
" Emang ada apa bu....?" tanyaku, karena aku heran tumben banget Ibu main kerumah Pak Junaidi mengajakku.
" Itu loh Dewi Anaknya Pak Junaidi sudah pulang dari Pesantren..." jelas Ibu padaku.
" Dewi.... Tapi Aku gak ikut lah Bu... sehari ini aku pingin di rumah sambil bercanda sama Anggara dan Radita.." alasanku pada Ibu.
" ya sudah kalau begitu ibu pergi yach...!!" ujar Ibu sambil melangkah. untung saja Ibu tidak memaksaku. sebanarnya sich aku kepingin ketemu dengan Dewi, karena sudah hampir beberapa tahun kami berpisah. terakhir setelah tamat dari Sekolah Dasar Dia langsung melanjutkan Pesantren Di Jogjakarta. Aku juga malu kalau ketemu Dia, pasti sekarang ini dia sudah menjadi Ustadzah. gimana kalu melihat Aku sekarang. Aku ingat dulu sewaktu kecil ketika mencuri jambu air di kebunnya Pak Sadi. Jilbabnya sering banget tersangkut di pohon dan Akhirnya koyak. Aneh yach, Anak Pak Haji selalu memakai Jilbab tapi Hobbynya mencuri jambu air di kebun tetangga. Aku pasti selalu tertawa jika mengingat kejadian itu. tapi mungkinn sekarang ini Dewi sudah berubah. pasti dia menjadi Perempuan Soleh yang di idamkan oleh setiap pria.
 



* * *


Sore harinya sehabis bercandaan bareng Anggara dan Radita Aku menyempatkan diri main kerumah Rita. Karena sekarang Aku sudah jarang banget bertandang kerumahnya. teman- teman pasti ada disana. ketika Aku melewati Rumah Pak Junaidi Ada suara yang begitu lembut di dengar memanggilku dengan nada pelan.
" Assalammualaikum... Reifan....." sapanya pedaku.
Aku berbalik, kulihat sesosok Wanita menggunakan pakaian muslim dan memakai kerudung bewarna hijau muda yang sedang menyirami tanaman. wajahnya putih bersih bagai boneka. sorot matanya membuatku terpana. setalah ku hayati ternyata wajah putih bersih itu adalah Dewi. YA ... Dia adalah Dewi anak Pak Junaidi teman sewaktu Aku kecil dulu. Aku begitu kaget. Dewi yang dulunya hitam dan sering mencuru Jambu di kebun itu, sekarang menjadi Wanita berwajah putih bersih.
" Lo koq nggak di jawab salamku Rei.....!" sekali lagi dia mengeluarkan suara merdu.
" wa,, wa.. wa alaikum salam,,, sorry Dew,,, Apa kabar sekarang kamu..." jawabku sambil mengulurkan tanganku untuk berjabat tangan.
" Maaf Rei,,, Bukan Muhrim..." tolaknya sambil menyatukan kedua tangannya.
Aku lebih terkejut lagi... dia tidak memberikan tangannya. alasannya karena Aku dan Dia buakanlah muhrim. Aku begitu tercengang, Dewi memanglah berubah menjadi wanita yang lebih Soleh di bandingkan sewaktu dulu.
" o ya gak papa koq Dew..."
" kamu mau kemana Rei..."
" Aku mau kerumah Rita, kamu ikut nggak. pasti teman- teman kaget lihat kamu sekarang Dew..."
" tak usahlahlah Rei... lagi pula Aku belum Sholat Ashar. emang kamu sudah sholat Rei..."
wah.. Aku harus menjawab apa pada Dewi. selama ini Aku jarang banget sholat. malu dong melihatnya begitu taat, sedangkan Aku.
" Aku... ntar aja lah Dew,,, ,...  Oya Aku buru-buru nich... kapan-kapan kita ngobrol lagi ya Dew..." Aku langsung mengalihkan pembicaraan. Aku langsung melangkah menuju rumah Rita. yang pasti kalau teman-teman tahu Dewi sekarang berubah pasti mereka kaget seperti Aku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar