kemudian dengan seriusnya Eka menceritakan masalahnya satu-persatu. aku sedikit terkejut, bingung dan juga sedih mendengar ceritanya. selesai Eka bercerita aku langsung terdiam. apa benar yang diceritakan Eka..?.tapi bukankah itu mustahil. Eka pun menjatuhkan air matanya. aku ikut sedih. Apa benar Angga melakukan hal itu. dari pembicaraan Eka itu aku sedikit bingung.bukankah selama ini Annga mengagumi Anna...? tapi mengapa dia bermersaan dengan Rita. siapa yang salah dan ada hubungan apa mereka berdua. aku tak mengerti pikiran mereka. tapi yang membuat aku lebih terkejut ternyata Eka selama ini menyimpan rasa dengan Annga. itulah sebabnya Eka menceritakan kejadian itu dengan meneteskan air mata. aku tau mengapa Eka bisa jatuh cinta dengan Angga. memang diantara persahabatan kami Eka dan Angga begitu dekat. setiap ada nsesuatu hal Angga pasti akan membantu Eka. memberikan perhatian yang lebih kepadanya. seperti halnya yang terjadi antara Aku dan Anna. itulah sebabnya mendengar Eka bercerita aku juga seduh. karna Aku juga merasakan apa yang sedang dirasakan oleh Eka. beloum sempat Aku memberikan pendapat Eka langsung menyodorkan selembar kertas berwarna biru kepadaku.
" Rei... tolong berikan ini pada Angga ya..."
" apa ini Ka...?"
" nanti kamu pasti akan tau sendiri Rei...?"
aku sedikit bingung... apa yang diberikan Eka padaku.
" sekali lagi aku minta tolong padamu Rei... berikan kertas itu pada Angga."
" pasti Ka... pasti akan Aku berikan padanya."
" kalau begitu aku permisi, aku ada kegiatan lagi ne..!" tuturnya sambil mnjejakkan langkahnya keluar.
setelah Eka pulang, Aku masih berdiam diri dikursi tamu.dengan menatap selembar kertas yang Aku genggam ditangan kiriku, aku berpikir lagi. apa benar Apa yang dikatakan Eka tadi kepadaku.
tak lama kemudian aku langsung mengambil Handphoneku dan mengirim pesan ke Angga.
" Ga.. kamu bisa kerumah ku sekarang gak..? ada sesuatu yang ingin Aku sampaikan ke Kamu." tak lama kemudian Angga mambalasnya.
" ya Rei aku kesana. Aku sekarang lagi ada dijalan neh."
dan setelah beberapa menit akhiranya Angga sampai kerumahku. kusuruh dia mesuk.
" masuk GA...!"
" o ya.. makasih Rei...!"
" lo koq temen yang laen gak kamu ajak juga....?"tanyaku dengan basa-basi.
" ya.. Rita tadi sedang jaga rumah, soalnya ORTUnya lage pergi, Terus Eno dan Samy aku gak tau kemana. sekarang mereka susah dikontak..!" jelasnya panjang lebar.
" i yaya, kemana mereka beberapa hari ni. Aku jarang ketemu mereka..?"
" Rei... ada apa kamu menyuruhku datang kesini. ada hal yang penting ya."
" iya ni GA... penting sih kayaknya..."
" lo kok kayaknya...?, emang ada apa...?"
" ini kamu baca aja sendiri...?" jawabku sambil memberikan selembar kertas yang dititipkan oleh Eka kepadaku.
" Apa ini Rei...?" tanya Angga dengan heran.
" itu titipan dari Eka tadi.."
kemudian Angga membuka kertas itu dengan Ragu-ragu. dan saat itulah aku melangkah ke arah dapur. alasanku amu kekamar kecil. tapi sebenarnya aku tak mau mengganggunya membaca selembar kertas dari Eka itu. karena Aku tau kertas itu isinya sangat penting. setelah 15 menit aku kembali lagi keruang tamu dengan membawa secangkir kopi moka kesukaan Angga. betapa terkejutnya aku melihat Angga yang sedang menagis sambil menyabut-nyebut nama Eka.
" Angga.. kamu kenapa...?" tanyaku sambil meletakkan secangkir minuman ke atas meja, dan duduk tepat disamping Angga.
" Eka, Rei ,,, Eka...?"
" kenapa Eka Rei..."
" ini kamu baca..." jelasnya sambil mengusap air mata dan memberikan selembar kertas biru yang diberikan Eka tadi.
dengan deg deg kan aku membuka selembarker kertas itu, dan kulihat ternayata kertas itu berisikan tulisan tangan dari Eka.
" Rei... tolong berikan ini pada Angga ya..."
" apa ini Ka...?"
" nanti kamu pasti akan tau sendiri Rei...?"
aku sedikit bingung... apa yang diberikan Eka padaku.
" sekali lagi aku minta tolong padamu Rei... berikan kertas itu pada Angga."
" pasti Ka... pasti akan Aku berikan padanya."
" kalau begitu aku permisi, aku ada kegiatan lagi ne..!" tuturnya sambil mnjejakkan langkahnya keluar.
setelah Eka pulang, Aku masih berdiam diri dikursi tamu.dengan menatap selembar kertas yang Aku genggam ditangan kiriku, aku berpikir lagi. apa benar Apa yang dikatakan Eka tadi kepadaku.
tak lama kemudian aku langsung mengambil Handphoneku dan mengirim pesan ke Angga.
" Ga.. kamu bisa kerumah ku sekarang gak..? ada sesuatu yang ingin Aku sampaikan ke Kamu." tak lama kemudian Angga mambalasnya.
" ya Rei aku kesana. Aku sekarang lagi ada dijalan neh."
dan setelah beberapa menit akhiranya Angga sampai kerumahku. kusuruh dia mesuk.
" masuk GA...!"
" o ya.. makasih Rei...!"
" lo koq temen yang laen gak kamu ajak juga....?"tanyaku dengan basa-basi.
" ya.. Rita tadi sedang jaga rumah, soalnya ORTUnya lage pergi, Terus Eno dan Samy aku gak tau kemana. sekarang mereka susah dikontak..!" jelasnya panjang lebar.
" i yaya, kemana mereka beberapa hari ni. Aku jarang ketemu mereka..?"
" Rei... ada apa kamu menyuruhku datang kesini. ada hal yang penting ya."
" iya ni GA... penting sih kayaknya..."
" lo kok kayaknya...?, emang ada apa...?"
" ini kamu baca aja sendiri...?" jawabku sambil memberikan selembar kertas yang dititipkan oleh Eka kepadaku.
" Apa ini Rei...?" tanya Angga dengan heran.
" itu titipan dari Eka tadi.."
kemudian Angga membuka kertas itu dengan Ragu-ragu. dan saat itulah aku melangkah ke arah dapur. alasanku amu kekamar kecil. tapi sebenarnya aku tak mau mengganggunya membaca selembar kertas dari Eka itu. karena Aku tau kertas itu isinya sangat penting. setelah 15 menit aku kembali lagi keruang tamu dengan membawa secangkir kopi moka kesukaan Angga. betapa terkejutnya aku melihat Angga yang sedang menagis sambil menyabut-nyebut nama Eka.
" Angga.. kamu kenapa...?" tanyaku sambil meletakkan secangkir minuman ke atas meja, dan duduk tepat disamping Angga.
" Eka, Rei ,,, Eka...?"
" kenapa Eka Rei..."
" ini kamu baca..." jelasnya sambil mengusap air mata dan memberikan selembar kertas biru yang diberikan Eka tadi.
dengan deg deg kan aku membuka selembarker kertas itu, dan kulihat ternayata kertas itu berisikan tulisan tangan dari Eka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar